KPPU Selidiki Dua Kasus Terkait Indosat vs Telkomsel

KPPU Selidiki Dua Kasus Terkait Indosat vs Telkomsel

PUGAM.com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) saat ini tengah mengadakan penyelidikan terkait kasus yang melibatkan dua penyelenggara telekomunikasi seluler, yakni Indosat dan Telkomsel. Hal ini diungkap oleh ketua KPPU Syarkawi Rauf kepada Kompas Tekno, Minggu (19/6/2016), di Jakarta.

Seperti yang diketahui, Indosat Ooredoo sepekan terakhir gencar mengkampanyekan tarif nelpon murah Rp 1. Bahkan, tagar #buktikanRp1 telah beredar luas di media sosial.

Foto-foto spanduk Indosat Ooredoo ramai diperbincangkan di media sosial sejak Kamis (16/6/2016) lalu termasuk foto yang tampak pada gambar atas. Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli pun membenarkan foto-foto yang beredar, namun ia beralasan bahwa spanduk itu hanya aktivitas akuisisi saja, bukan iklan atau promosi.

“(Foto itu) bukan iklan. Hanya aktivitas akuisisi saja, event di booth,” ujar Alex singkat saat dihubungi KompasTekno, Jumat (17/6/2016).

Alex juga mengatakan, strategi Indosat Ooredoo di daerah itu bukan soal persaingan harga. Saat ditanya lebih lanjut soal persaingan yang dimaksud, Alex enggan berkomentar.

Setidaknya ada dua hal yang menjadi sorotan KPPU terkait kampanye iklan yang dinilai menyalahi aturan tersebut. Pertama, mengenai spanduk sindiran Indosat terahadap Telkomsel. KPPU menilai itu bagian dari benar tidaknya etika periklanan atau itu bagian upaya sengaja untuk merebut pangsa pasar.

Kedua, informasi yang dikeluarkan Indosat Ooredoo bahwa Telkomsel memborong produk-produk Indosat Ooredoo agar tetap jadi terdepan. KPPU masih akan meneliti kebenaran informasi itu.

“Kami sudah sering mengadakan pertemuan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), di antaranya membahas kebijakan tarif pungut, termasuk interkoneksi. Juga, pembahasan menyangkut koordinasi rencana pemerintah untuk mendorong konsolidasi di antara penyelenggara telekomunikasi sehingga tercipta tarif yang sehat,” ujar Syarkawi.

Terlepas dari kasus tersebut, lanjut Syarkawi, persaingan layanan telekomunikasi di Jawa lebih kompetitif. Kondisi sebaliknya terjadi di luar Jawa. Kondisi di Jawa dinilai menarik dari sisi bisnis operator karena Jawa mempunyai industri lebih maju dan penduduk padat. Adapun, luar Jawa, pembangunan industri baru mulai berkembang.

Saat ini, penguasaan pasar dimiliki oleh Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata. Telkomsel, kata dia, bahkan mempunyai sekitar 43 persen pangsa pasar. Sisanya dibagi-bagi antar-operator.

Shares

Komentar

Please Login, Register or comment as Guest.
avatar
1500
  Subscribe  
Pilihan: